Menguasai IPS Kelas 7 Semester 2: Kumpulan Soal Latihan dan Pembahasan Mendalam
  • admin
  • Januari 19, 2026
  • 0 comments

Memasuki semester kedua di kelas 7, siswa akan dihadapkan pada berbagai materi IPS yang semakin mendalam dan menarik. Mulai dari dinamika interaksi sosial, pengaruhnya terhadap kehidupan, hingga beragamnya kebudayaan di Indonesia dan dunia, pemahaman yang kuat sangat krusial untuk keberhasilan akademis. Untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi ulangan, artikel ini menyajikan kumpulan contoh soal ulangan IPS Kelas 7 Semester 2 beserta pembahasan jawabannya secara rinci.

Soal-soal ini dirancang untuk mencakup berbagai topik penting yang umumnya diajarkan dalam kurikulum IPS kelas 7 semester 2, serta dilengkapi dengan penjelasan yang memadai agar siswa tidak hanya menghafal jawaban, tetapi juga memahami konsep di baliknya.

Bab 1: Interaksi Sosial dan Kehidupan Masyarakat

Menguasai IPS Kelas 7 Semester 2: Kumpulan Soal Latihan dan Pembahasan Mendalam

Interaksi sosial merupakan fondasi dari kehidupan bermasyarakat. Memahami bagaimana individu dan kelompok saling berhubungan, berinteraksi, dan membentuk tatanan sosial adalah kunci untuk menganalisis fenomena sosial di sekitar kita.

Contoh Soal 1:

Jelaskan pengertian interaksi sosial! Berikan contoh interaksi sosial yang bersifat asosiatif dan disosiatif!

Pembahasan:

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Hubungan ini terjadi karena adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial bisa bersifat langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media). Komunikasi adalah proses penyampaian pesan, ide, atau gagasan dari satu pihak ke pihak lain.

  • Interaksi Sosial Asosiatif: Bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan, kerja sama, dan keharmonisan. Contohnya:

    • Kerja Sama: Siswa kelas 7 bergotong royong membersihkan taman sekolah.
    • Akomodasi: Dua kelompok siswa yang berselisih sepakat untuk menunjuk seorang mediator untuk menyelesaikan masalah mereka.
    • Asimilasi: Siswa dari berbagai suku bangsa di Indonesia belajar dan bergaul bersama di sekolah, sehingga lambat laun memiliki kebiasaan dan budaya yang mirip.
    • Akulturasi: Pengaruh budaya luar negeri yang masuk ke Indonesia dan diadopsi tanpa menghilangkan ciri khas budaya asli, contohnya musik dangdut yang dipengaruhi musik India.
  • Interaksi Sosial Disosiatif: Bentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan, pertentangan, atau konflik. Contohnya:

    • Persaingan: Siswa bersaing untuk mendapatkan nilai tertinggi dalam ulangan.
    • Kontraversi: Perdebatan antar siswa mengenai kebijakan sekolah yang dianggap kurang adil, namun belum sampai pada tahap kekerasan fisik.
    • Konflik: Tawuran antar pelajar yang disebabkan oleh perselisihan antar kelompok.

Contoh Soal 2:

Sebutkan syarat-syarat terjadinya interaksi sosial!

Pembahasan:

Agar interaksi sosial dapat terjadi, dibutuhkan dua syarat utama, yaitu:

  1. Kontak Sosial: Ini adalah tahap awal di mana pihak-pihak yang berinteraksi saling mengadakan hubungan. Kontak sosial bisa bersifat:
    • Langsung: Terjadi tatap muka, seperti berjabat tangan, berbicara langsung.
    • Tidak Langsung: Melalui perantara, seperti surat, telepon, media sosial, atau pesan singkat.
  2. Komunikasi: Ini adalah proses penyampaian pesan, ide, atau gagasan dari satu pihak ke pihak lain. Komunikasi meliputi pemberian rangsangan (stimulus) dan tanggapan (respons). Tanpa komunikasi, kontak sosial tidak akan menghasilkan interaksi sosial.

Contoh Soal 3:

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial!

Pembahasan:

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya dan bentuk interaksi sosial antara lain:

  • Imitasi (Peniruan): Proses meniru atau meneladani sikap, tingkah laku, atau penampilan orang lain. Contohnya, seorang anak meniru cara orang tuanya berbicara.
  • Sugesti: Pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain sehingga orang tersebut mengikuti pandangan atau perilakunya tanpa berpikir kritis. Contohnya, seorang idola yang mempromosikan suatu produk sehingga banyak penggemarnya ikut membeli.
  • Identifikasi: Keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain. Ini lebih mendalam daripada imitasi, di mana seseorang menginternalisasi nilai-nilai dan norma yang dianut oleh orang yang dikaguminya. Contohnya, seorang penggemar berat yang berusaha meniru gaya hidup dan pemikiran idolanya.
  • Simpati: Perasaan tertarik pada orang lain yang timbul karena wibawa atau kebaikan orang tersebut. Simpati adalah kemampuan untuk merasakan diri sendiri berada dalam keadaan orang lain. Contohnya, merasa sedih ketika melihat orang lain tertimpa musibah.
  • Empati: Simpati yang lebih mendalam, di mana seseorang tidak hanya merasakan apa yang dirasakan orang lain, tetapi juga memahami alasan di balik perasaan tersebut. Contohnya, seorang guru memahami kesulitan belajar seorang murid dan mencoba membantunya menemukan solusi.
READ  Mengintip Soal Calistung Kelas 1 SD Tahun 2018: Tantangan dan Pembelajaran Awal Anak Bangsa

Bab 2: Keberagaman Suku Bangsa dan Kebudayaan di Indonesia

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku bangsa dan budayanya. Memahami keberagaman ini penting untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh Soal 4:

Apa yang dimaksud dengan suku bangsa? Sebutkan tiga suku bangsa yang ada di Indonesia beserta ciri khasnya masing-masing!

Pembahasan:

Suku bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan dalam hal bahasa, adat istiadat, pengalaman sejarah, dan budaya. Kesamaan ini menjadi identitas kolektif yang membedakan satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya.

Tiga contoh suku bangsa di Indonesia beserta ciri khasnya:

  1. Suku Jawa:

    • Bahasa: Bahasa Jawa (terdapat variasi dialek seperti Ngoko, Krama).
    • Adat Istiadat: Sangat menghargai tingkatan dalam berbahasa (undha-usuking basa), memiliki upacara adat seperti tingkeban, selamatan, grebeg.
    • Budaya: Terkenal dengan seni tari tradisional (Tari Serimpi, Tari Bedhaya), wayang kulit, gamelan, batik.
    • Kehidupan Sosial: Umumnya hidup secara komunal, menjunjung tinggi nilai-nilai sopan santun dan kerukunan.
  2. Suku Batak:

    • Bahasa: Bahasa Batak (terdapat berbagai dialek seperti Batak Toba, Mandailing, Karo).
    • Adat Istiadat: Sangat kuat dalam sistem kekerabatan (marga), memiliki upacara adat penting seperti pernikahan (sinamot) dan kematian (penguburan kedua).
    • Budaya: Terkenal dengan rumah adat bolon, alat musik tradisional garantung, musik gondang, dan tarian seperti Tor-tor.
    • Kehidupan Sosial: Sangat mengutamakan persaudaraan dan kekeluargaan yang kuat di antara anggota marga.
  3. Suku Minangkabau:

    • Bahasa: Bahasa Minangkabau.
    • Adat Istiadat: Menganut sistem kekerabatan matrilineal (garis keturunan ibu), memiliki rumah adat gadang, dan sistem demokrasi adat (musyawarah mufakat).
    • Budaya: Terkenal dengan kuliner khas (rendang, sate padang), seni tari (Tari Piring, Tari Pasambahan), seni musik talempong, dan kerajinan perak.
    • Kehidupan Sosial: Kaum perempuan memiliki peran penting dalam urusan warisan dan rumah tangga.

Contoh Soal 5:

Mengapa keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia merupakan kekayaan bangsa? Jelaskan!

Pembahasan:

Keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia merupakan kekayaan bangsa karena beberapa alasan:

  • Menjadi Identitas Bangsa: Keberagaman ini menciptakan kekayaan budaya yang unik dan menjadi ciri khas Indonesia di mata dunia. Setiap suku memiliki warisan budaya, kesenian, dan tradisi yang berbeda, yang jika disatukan, membentuk mozaik budaya Indonesia yang indah.
  • Sumber Pengetahuan dan Keterampilan: Setiap suku bangsa memiliki kearifan lokal, pengetahuan tradisional, dan keterampilan unik yang diwariskan turun-temurun. Hal ini bisa menjadi sumber belajar yang berharga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan, misalnya dalam bidang pertanian, pengobatan tradisional, arsitektur, atau seni.
  • Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata: Keberagaman budaya, mulai dari tarian, musik, kuliner, hingga upacara adat, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sektor pariwisata yang berkembang dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara.
  • Membangun Kerukunan dan Toleransi: Kehidupan dalam keberagaman mengajarkan pentingnya sikap saling menghargai, menghormati, dan bertoleransi antar sesama. Pengalaman hidup berdampingan dengan berbagai suku bangsa dan budaya dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih baik dan mengurangi potensi konflik.
  • Potensi Inovasi dan Kreativitas: Perpaduan berbagai ide, pandangan, dan ekspresi budaya dari berbagai suku bangsa dapat memicu inovasi dan kreativitas dalam berbagai bidang, mulai dari seni, desain, hingga pemecahan masalah sosial.
READ  Soal osn kelas 4 sd

Contoh Soal 6:

Jelaskan pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat yang beragam!

Pembahasan:

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan, baik itu perbedaan suku, agama, ras, antargolongan, budaya, maupun pandangan. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, toleransi memiliki peran yang sangat penting:

  • Mencegah Konflik: Perbedaan seringkali menjadi sumber perselisihan jika tidak disikapi dengan baik. Toleransi membantu mencegah terjadinya konflik antarkelompok dengan cara menghargai perbedaan keyakinan, kebiasaan, dan pandangan hidup orang lain.
  • Mewujudkan Kerukunan: Dengan adanya toleransi, masyarakat dapat hidup berdampingan secara harmonis. Setiap individu merasa dihargai dan diterima meskipun memiliki perbedaan, sehingga tercipta suasana yang rukun dan damai.
  • Memperkuat Persatuan: Indonesia memiliki semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Toleransi adalah perekat yang mengikat keberagaman ini menjadi satu kesatuan bangsa. Tanpa toleransi, persatuan akan mudah retak.
  • Membuka Peluang Kerja Sama: Sikap toleran memungkinkan individu dari berbagai latar belakang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Mereka dapat saling belajar dan berbagi, yang pada akhirnya membawa kemajuan bagi masyarakat.
  • Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Nyaman: Ketika toleransi dijunjung tinggi, setiap orang merasa aman dan nyaman untuk mengekspresikan diri dan menjalankan keyakinannya tanpa rasa takut dihakimi atau didiskriminasi.

Bab 3: Kebudayaan Indonesia dan Dunia

Kebudayaan adalah warisan yang sangat berharga. Memahami kebudayaan Indonesia dan bagaimana pengaruh kebudayaan luar terhadapnya, serta bagaimana Indonesia berkontribusi pada kebudayaan dunia, adalah aspek penting dalam pembelajaran IPS.

Contoh Soal 7:

Apa yang dimaksud dengan kebudayaan? Sebutkan unsur-unsur kebudayaan menurut beberapa ahli!

Pembahasan:

Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Kebudayaan bersifat dinamis, artinya selalu berubah dan berkembang seiring waktu.

Unsur-unsur kebudayaan menurut beberapa ahli:

  • Menurut Koentjaraningrat: Koentjaraningrat mengemukakan ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

    1. Sistem Bahasa: Alat komunikasi manusia yang paling utama.
    2. Sistem Pengetahuan: Segala sesuatu yang diketahui manusia tentang dunia, meliputi fakta, konsep, dan teori.
    3. Sistem Organisasi Sosial: Sistem kemasyarakatan yang meliputi kekerabatan, kepemimpinan, dan perkumpulan.
    4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi: Segala bentuk teknologi dan peralatan yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    5. Sistem Ekonomi: Sistem yang mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.
    6. Sistem Kepercayaan (Religi): Sistem keyakinan terhadap kekuatan gaib atau Tuhan.
    7. Kesenian: Ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk karya seni.
  • Menurut Melville J. Herskovits: Herskovits membagi kebudayaan menjadi empat unsur utama, yaitu:

    1. Artefak: Benda-benda hasil ciptaan manusia.
    2. Sistem Bahasa: Seperti yang dijelaskan di atas.
    3. Sistem Ekonomi: Seperti yang dijelaskan di atas.
    4. Sistem Kepercayaan: Seperti yang dijelaskan di atas.

Contoh Soal 8:

Jelaskan pengertian globalisasi dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebudayaan di Indonesia! Berikan contoh pengaruh positif dan negatifnya!

Pembahasan:

Globalisasi adalah proses mendunianya suatu aspek atau unsur kebudayaan dan kehidupan yang ada di masyarakat menjadi milik umum. Dalam konteks yang lebih luas, globalisasi berarti proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.

READ  Soal tematik kelas 2 tema 1 hidup rukun

Pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan di Indonesia sangatlah luas dan signifikan, baik positif maupun negatif:

  • Pengaruh Positif:

    • Perkaya Khazanah Budaya: Masuknya budaya asing dapat memperkaya khazanah budaya lokal. Misalnya, pengenalan berbagai jenis kuliner internasional yang kini banyak dinikmati di Indonesia.
    • Peningkatan Kualitas Kesenian: Teknologi dan informasi yang berkembang pesat memungkinkan para seniman Indonesia untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas karyanya, serta memperkenalkan kesenian Indonesia ke kancah internasional.
    • Akses Informasi dan Pengetahuan yang Luas: Globalisasi mempermudah akses terhadap informasi dan pengetahuan dari seluruh dunia, yang dapat memperluas wawasan dan pemahaman masyarakat.
    • Kemajuan Teknologi Komunikasi: Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat memudahkan interaksi dan pertukaran budaya antarnegara.
  • Pengaruh Negatif:

    • Lunturnya Nilai-Nilai Budaya Lokal: Akibat arus informasi yang deras, sebagian masyarakat, terutama generasi muda, cenderung lebih menyukai budaya asing dibandingkan budaya sendiri, yang berpotensi melunturkan nilai-nilai luhur budaya lokal.
    • Gaya Hidup Konsumtif: Pengaruh budaya luar seringkali membawa gaya hidup konsumtif dan hedonistik, yang bertentangan dengan nilai-nilai kesederhanaan dan kekeluargaan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
    • Munculnya Westernisasi: Kecenderungan meniru gaya hidup dan budaya Barat secara berlebihan, yang terkadang tidak sesuai dengan konteks budaya Indonesia.
    • Penyebaran Informasi yang Tidak Akurat: Globalisasi juga membuka peluang penyebaran informasi yang tidak benar atau hoax, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Contoh Soal 9:

Bagaimana cara menjaga kelestarian kebudayaan Indonesia di tengah arus globalisasi?

Pembahasan:

Menjaga kelestarian kebudayaan Indonesia di tengah arus globalisasi membutuhkan upaya yang berkelanjutan dari berbagai pihak. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengenalkan dan Mengajarkan Budaya Sejak Dini: Budaya Indonesia harus dikenalkan dan diajarkan kepada generasi muda sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Ini termasuk bahasa daerah, lagu daerah, tarian tradisional, cerita rakyat, dan nilai-nilai luhur.
  2. Mengembangkan dan Melestarikan Kesenian Tradisional: Memberikan apresiasi dan dukungan terhadap para seniman lokal, serta memfasilitasi penyelenggaraan festival atau pementasan kesenian tradisional. Melakukan inovasi dalam kesenian tradisional agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.
  3. Memanfaatkan Teknologi Informasi: Menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan dan mendokumentasikan kebudayaan Indonesia. Membuat konten digital yang menarik tentang budaya Indonesia agar mudah diakses oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri.
  4. Mempertahankan Penggunaan Bahasa Daerah: Menggalakkan penggunaan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta menjadikannya sebagai salah satu mata pelajaran yang penting di sekolah.
  5. Menyelenggarakan Festival dan Acara Kebudayaan: Mengadakan berbagai acara seperti festival seni, pameran budaya, perayaan hari besar keagamaan dengan nuansa lokal, untuk mengenalkan dan merayakan kekayaan budaya Indonesia.
  6. Mendukung Produk Lokal: Memilih dan menggunakan produk-produk lokal yang mencerminkan kebudayaan Indonesia, seperti batik, kerajinan tangan, dan kuliner tradisional.
  7. Menanamkan Sikap Selektif Terhadap Budaya Asing: Mengajarkan generasi muda untuk bersikap kritis dan selektif dalam menerima pengaruh budaya asing, sehingga hanya unsur-unsur positif yang diadopsi tanpa mengorbankan identitas budaya bangsa.

Penutup

Mempelajari IPS bukan hanya tentang menghafal fakta, tetapi juga memahami konsep-konsep yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan berlatih menjawab berbagai jenis soal dan memahami pembahasannya secara mendalam, diharapkan siswa kelas 7 dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ulangan akhir semester. Ingatlah, kunci keberhasilan adalah pemahaman yang kuat dan penerapan ilmu yang telah dipelajari. Teruslah belajar dan eksplorasi kekayaan materi IPS!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *