Shalat Rawatib: Penjaga Kebaikan di Setiap Waktu
  • admin
  • Februari 23, 2026
  • 0 comments

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anakku yang saleh dan salihah, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu. Hari ini, kita akan belajar tentang sebuah amalan penting dalam Islam yang sangat dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu shalat rawatib.

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu (shalat wajib). Artinya, shalat rawatib ini dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardhu. Mengapa disebut rawatib? Kata "rawatib" berasal dari bahasa Arab yang artinya tetap, terus-menerus, atau rutin. Ini menunjukkan bahwa shalat rawatib ini adalah amalan yang senantiasa dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Shalat Rawatib: Penjaga Kebaikan di Setiap Waktu

Mengapa Shalat Rawatib Itu Penting?

Anak-anak, shalat fardhu adalah kewajiban utama kita sebagai seorang Muslim. Namun, terkadang dalam shalat fardhu kita masih memiliki kekurangan, mungkin kurang khusyuk, kurang sempurna bacaannya, atau ada hal-hal lain yang membuat shalat kita belum maksimal. Nah, di sinilah peran penting shalat rawatib.

Shalat rawatib berfungsi sebagai penambal atau penyempurna kekurangan pada shalat fardhu kita. Ibaratnya, kalau shalat fardhu itu seperti makanan utama yang harus ada, maka shalat rawatib itu seperti lauk pauk yang melengkapi hidangan tersebut agar lebih bergizi dan lezat.

Selain itu, shalat rawatib juga memiliki banyak keutamaan dan manfaat yang luar biasa, di antaranya:

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Dengan melaksanakan shalat rawatib, kita menunjukkan kecintaan kita kepada Allah dengan memberikan waktu tambahan untuk beribadah. Semakin sering kita beribadah, semakin dekat pula hati kita dengan Sang Pencipta.
  2. Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda: Setiap kebaikan sekecil apapun akan dicatat oleh Allah dan akan dibalas dengan pahala yang berlipat. Shalat rawatib adalah salah satu pintu kebaikan yang akan membuka banyak sekali pahala untuk kita.
  3. Membangun Kebiasaan Baik: Dengan membiasakan diri melaksanakan shalat rawatib, kita sedang membangun karakter yang disiplin dan teratur dalam beribadah. Kebiasaan baik ini akan terbawa dalam aspek kehidupan kita yang lain.
  4. Mendapatkan Pertolongan Allah di Dunia dan Akhirat: Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang menjaga shalat sunnah rawatib, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga. Ini adalah janji yang sangat indah dari Allah bagi hamba-Nya yang taat.
  5. Menjaga Kualitas Shalat Fardhu: Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, shalat rawatib membantu menyempurnakan shalat fardhu kita.
READ  Membangun Fondasi Literasi: Contoh Soal Cerita Bahasa Indonesia Kelas 1 SD yang Mengasyikkan

Jenis-Jenis Shalat Rawatib

Shalat rawatib terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Rawatib Qabliyah: Shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu.
  2. Rawatib Ba’diyah: Shalat sunnah yang dikerjakan sesudah shalat fardhu.

Mari kita pelajari lebih lanjut masing-masing jenis ini.

A. Shalat Rawatib Qabliyah (Sebelum Shalat Fardhu)

Shalat rawatib qabliyah ini adalah shalat yang dikerjakan sebelum kita melaksanakan shalat fardhu. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri kita agar lebih siap dan fokus dalam menunaikan shalat fardhu. Berikut adalah rincian shalat rawatib qabliyah untuk setiap shalat fardhu:

  • Sebelum Shalat Shubuh: Dikerjakan sebanyak dua rakaat. Ini adalah shalat sunnah rawatib qabliyah yang paling ditekankan oleh Rasulullah SAW. Keutamaannya sangat besar, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya.
    • Waktunya: Mulai dari terbit fajar shadiq hingga sebelum shalat Shubuh dimulai.
    • Cara Mengerjakan: Sama seperti shalat sunnah pada umumnya, dua rakaat salam.
  • Sebelum Shalat Dzuhur: Dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam (masing-masing dua rakaat).
    • Waktunya: Mulai dari masuk waktu Dzuhur hingga sebelum shalat Dzuhur dimulai.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam, lalu dua rakaat salam lagi.
  • Sebelum Shalat Ashar: Dikerjakan sebanyak dua atau empat rakaat dengan satu atau dua kali salam. Jika dikerjakan empat rakaat, maka dua rakaat salam, lalu dua rakaat salam lagi. Jika dikerjakan dua rakaat, maka cukup dua rakaat salam.
    • Waktunya: Mulai dari masuk waktu Ashar hingga sebelum shalat Ashar dimulai.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam, lalu dua rakaat salam lagi (jika empat rakaat). Atau cukup dua rakaat salam (jika dua rakaat).
  • Sebelum Shalat Maghrib: Dikerjakan sebanyak dua rakaat.
    • Waktunya: Mulai dari masuk waktu Maghrib hingga sebelum shalat Maghrib dimulai.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam.
  • Sebelum Shalat Isya: Dikerjakan sebanyak dua rakaat.
    • Waktunya: Mulai dari masuk waktu Isya hingga sebelum shalat Isya dimulai.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam.

B. Shalat Rawatib Ba’diyah (Sesudah Shalat Fardhu)

Shalat rawatib ba’diyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah kita selesai menunaikan shalat fardhu. Shalat ini berfungsi untuk menyempurnakan shalat fardhu kita dan sebagai tambahan pahala. Berikut adalah rincian shalat rawatib ba’diyah untuk setiap shalat fardhu:

  • Sesudah Shalat Dzuhur: Dikerjakan sebanyak dua rakaat.
    • Waktunya: Setelah selesai shalat Dzuhur.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam.
  • Sesudah Shalat Ashar: Dikerjakan sebanyak dua rakaat.
    • Waktunya: Setelah selesai shalat Ashar.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam.
  • Sesudah Shalat Maghrib: Dikerjakan sebanyak dua rakaat.
    • Waktunya: Setelah selesai shalat Maghrib.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam.
  • Sesudah Shalat Isya: Dikerjakan sebanyak dua rakaat.
    • Waktunya: Setelah selesai shalat Isya.
    • Cara Mengerjakan: Dua rakaat salam.
READ  Mempersiapkan Diri Menuju Puncak Prestasi: Kumpulan Soal Mid Semester 2 Kelas 4 Kurikulum 2013

Perhatikan: Shalat Shubuh tidak memiliki shalat rawatib ba’diyah karena waktu setelah Shubuh sangat sempit dan mendekati waktu terbit matahari yang dilarang untuk shalat.

Ringkasan Jumlah Rakaat Shalat Rawatib:

Jika kita menjumlahkan seluruh rakaat shalat rawatib yang dikerjakan dalam sehari, maka totalnya adalah:

  • Shubuh: 2 rakaat (qabliyah)
  • Dzuhur: 4 rakaat (qabliyah) + 2 rakaat (ba’diyah) = 6 rakaat
  • Ashar: 2 atau 4 rakaat (qabliyah) + 2 rakaat (ba’diyah) = 4 atau 6 rakaat
  • Maghrib: 2 rakaat (qabliyah) + 2 rakaat (ba’diyah) = 4 rakaat
  • Isya: 2 rakaat (qabliyah) + 2 rakaat (ba’diyah) = 4 rakaat

Jadi, total rakaat shalat rawatib adalah 20 atau 22 rakaat dalam sehari semalam. Jumlah ini belum termasuk shalat sunnah lainnya seperti shalat Dhuha, shalat Tahajud, dan shalat Tarawih. Masya Allah, betapa banyak kesempatan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Cara Melaksanakan Shalat Rawatib

Cara melaksanakan shalat rawatib pada dasarnya sama dengan shalat sunnah lainnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Niat: Niatkan dalam hati bahwa kita melaksanakan shalat rawatib karena Allah SWT semata.
  2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
  3. Membaca Doa Iftitah (Opsional):
  4. Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib dibaca di setiap rakaat.
  5. Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an.
  6. Rukuk: Membungkukkan badan sambil membaca tasbih.
  7. I’tidal: Bangkit dari rukuk sambil membaca "Sami’allahu liman hamidah".
  8. Sujud: Sujud dua kali sambil membaca tasbih.
  9. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak sambil membaca doa.
  10. Sujud Kedua: Sujud kedua seperti sujud pertama.
  11. Berdiri untuk Rakaat Selanjutnya: Setelah sujud kedua, bangkit untuk memulai rakaat berikutnya.
  12. Tasyahud Akhir: Duduk pada rakaat terakhir untuk membaca tasyahud akhir.
  13. Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Perbedaan dengan Shalat Fardhu

Perbedaan utama antara shalat rawatib dengan shalat fardhu adalah:

  • Kewajiban: Shalat fardhu adalah wajib, sedangkan shalat rawatib adalah sunnah.
  • Waktu: Shalat fardhu memiliki waktu yang ditentukan secara spesifik, sedangkan shalat rawatib waktunya mengiringi shalat fardhu.
  • Keutamaan: Shalat fardhu hukumnya dosa jika ditinggalkan, sedangkan shalat rawatib jika dikerjakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa namun kehilangan keutamaan.
READ  Download soal uts matematika kelas 3 sd semester 2 pdf

Kapan Sebaiknya Kita Memulai Shalat Rawatib?

Anak-anakku yang tercinta, tidak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan. Mulailah dari sekarang, dari shalat rawatib yang paling mudah. Misalnya, kita bisa mulai membiasakan diri melaksanakan shalat rawatib ba’diyah setelah Maghrib dan Isya, karena jumlah rakaatnya lebih sedikit.

Jika sudah terbiasa, kita bisa perlahan-lahan menambah rakaat rawatib lainnya. Yang terpenting adalah konsisten dan ikhlas dalam mengerjakannya.

Tantangan dan Solusi

Mungkin ada di antara kita yang merasa kesulitan untuk bangun pagi untuk shalat Shubuh dan rawatib qabliyahnya, atau merasa lelah setelah seharian beraktivitas sehingga sulit untuk melaksanakan rawatib ba’diyah. Ini adalah hal yang wajar.

Beberapa solusi yang bisa kita coba:

  • Meminta Bantuan Orang Tua: Beritahu orang tua atau keluarga di rumah agar membantu membangunkan kita untuk shalat.
  • Memasang Alarm: Gunakan alarm di jam atau handphone untuk mengingatkan waktu shalat.
  • Mulai dari yang Kecil: Jika sulit melaksanakan semua rawatib, mulailah dari satu atau dua rakaat yang paling mudah.
  • Mengingat Keutamaan: Ingatlah selalu janji Allah dan Rasul-Nya bagi orang-orang yang menjaga shalat rawatib. Ini akan menjadi motivasi yang kuat.
  • Berdoa: Jangan lupa berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam melaksanakan ibadah.

Penutup

Anak-anakku, shalat rawatib adalah kesempatan emas yang Allah berikan kepada kita untuk terus menerus beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan menjaga shalat rawatib, kita sedang membangun benteng kebaikan dalam hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Mari kita jadikan shalat rawatib sebagai bagian dari rutinitas harian kita. Mulailah dari sekarang, dengan niat yang tulus dan semangat yang membara. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan langkah kita dalam menjalankan ibadah dan menjadikan kita anak-anak yang saleh dan salihah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *